Hai, aku
mau cerita nih. Cerita tiga tahun selama aku di SMA N 11 Yogyakarta tercinta.
Cekidot...
Flashback
kira-kira tiga tahun lalu....
Tepatnya tahun 2010 saat aku pertama kali
menjadi siswa baru di eleven (sebutan bekennya SMA 11). Ketika pembagian kelas aku masuk kelas XC.
Awalnya agak canggung sih sama temen-temen yang baru. Apalagi aku belum
mengenal secara dekat. Takut salah ngomong dan lain-lain. Tapi seiring
berjalannya waktu dan karena terbiasa akhirnya kita semakin lama semakin dekat.
Sebutan anggota kelas kita adalah chefam family.
Tahun kedua.....
Yap.
Saatnya penentuan jurusan blogie. Ini yang bikin aku pusing. Takut salah milih.
Kalo salah milih bisa berabe ntar ke belakangnya. Tapi alhamdulillah akhirnya
aku bisa masuk ke kelas XI IPA 2. Anggota XI IPA 2 nggak jauh beda sama XC,
rata-rata kelas ini siswanya berasal dari kelas itu. Nggak heran kalo aku
langsung bisa menyesuaikan kondisi kelas yang baru. Tapi nggak semua anak dari
kelas XC, ada juga anak-anak sebagai pendatang baru. Maksudnya anak-anak yang “terpencar”
dari teman-temannya yang lain. Namun lambat laun kita semakin menyatu. Walaupun
sering ada forum karena ketidakcocokan pikiran dan sering tidak sejalan, tapi
astro (keluarga XI IPA 2) tetap jaya kok *ya kan?*
Tahun
ketiga....artinya tahun keramat...
Kenapa
tahun keramat? Tentu aja. Ini tahun terakhir bagi kaum kelas tiga. Tahun penentuan
nasib dan masa depan. Tahun dimana harus rela meninggalkan bangku putih abu-abu
yang penuh cerita. Tahun dimana....hah seabrek ujian menanti. Aku masuk kelas
XII IPA 2. Yap IPA 2 lagi. Lagi-lagi kompak jaya haha. Anggota kelas kembali ke
asal-muasal. Para pendatang baru yang dulu ada di kelas XI IPA 2 kini nggak
tampak karena sudah pulang ke induk kelasnya. Tapi tahun ini adaptasi udah
nggak terlalu penting. Yang terpenting adalah rasa individualis. Yeah. Individualis.
Seakan-akan yang dulu teman skrg jadi lawan yang akan siap memangsamu ketika
kamu lengah *pepatah alay* namun ini seru. Karena kita bisa berkompetisi. Kompetisi
secara licik. Dan....inilah kehidupan nyata SMA. Kalo nggak melanggar aturan,
nyontek, usil, jail tentu nggak asik. Nggak afdol. Bisa dibilang masa SMA itu
masa remaja di puncak pubertas. Masa mencari jati diri dan pacar baru. Dan masa
yang paling terkenang jika kita sudah lulus nanti. Aku harap kita LULUS LOLOS
bareng-bareng yaa. Jangan tinggalkan salah satu teman kita. Semangaaaat!!
