Sabtu, 30 Maret 2013

Ah...Indahnya Masa SMA!!

Hai, aku mau cerita nih. Cerita tiga tahun selama aku di SMA N 11 Yogyakarta tercinta. Cekidot...
Flashback kira-kira tiga tahun lalu....
 Tepatnya tahun 2010 saat aku pertama kali menjadi siswa baru di eleven (sebutan bekennya SMA 11).  Ketika pembagian kelas aku masuk kelas XC. Awalnya agak canggung sih sama temen-temen yang baru. Apalagi aku belum mengenal secara dekat. Takut salah ngomong dan lain-lain. Tapi seiring berjalannya waktu dan karena terbiasa akhirnya kita semakin lama semakin dekat. Sebutan anggota kelas kita adalah chefam family.
Tahun kedua.....
Yap. Saatnya penentuan jurusan blogie. Ini yang bikin aku pusing. Takut salah milih. Kalo salah milih bisa berabe ntar ke belakangnya. Tapi alhamdulillah akhirnya aku bisa masuk ke kelas XI IPA 2. Anggota XI IPA 2 nggak jauh beda sama XC, rata-rata kelas ini siswanya berasal dari kelas itu. Nggak heran kalo aku langsung bisa menyesuaikan kondisi kelas yang baru. Tapi nggak semua anak dari kelas XC, ada juga anak-anak sebagai pendatang baru. Maksudnya anak-anak yang “terpencar” dari teman-temannya yang lain. Namun lambat laun kita semakin menyatu. Walaupun sering ada forum karena ketidakcocokan pikiran dan sering tidak sejalan, tapi astro (keluarga XI IPA 2) tetap jaya kok *ya kan?*
Tahun ketiga....artinya tahun keramat...
Kenapa tahun keramat? Tentu aja. Ini tahun terakhir bagi kaum kelas tiga. Tahun penentuan nasib dan masa depan. Tahun dimana harus rela meninggalkan bangku putih abu-abu yang penuh cerita. Tahun dimana....hah seabrek ujian menanti. Aku masuk kelas XII IPA 2. Yap IPA 2 lagi. Lagi-lagi kompak jaya haha. Anggota kelas kembali ke asal-muasal. Para pendatang baru yang dulu ada di kelas XI IPA 2 kini nggak tampak karena sudah pulang ke induk kelasnya. Tapi tahun ini adaptasi udah nggak terlalu penting. Yang terpenting adalah rasa individualis. Yeah. Individualis. Seakan-akan yang dulu teman skrg jadi lawan yang akan siap memangsamu ketika kamu lengah *pepatah alay* namun ini seru. Karena kita bisa berkompetisi. Kompetisi secara licik. Dan....inilah kehidupan nyata SMA. Kalo nggak melanggar aturan, nyontek, usil, jail tentu nggak asik. Nggak afdol. Bisa dibilang masa SMA itu masa remaja di puncak pubertas. Masa mencari jati diri dan pacar baru. Dan masa yang paling terkenang jika kita sudah lulus nanti. Aku harap kita LULUS LOLOS bareng-bareng yaa. Jangan tinggalkan salah satu teman kita. Semangaaaat!!


Sabtu, 02 Maret 2013

REVIEW FILM



“A WEREWOLF BOY”

A Werewolf Boy (늑대소년)


Hey bloggie, review film yuk. Disela-sela fight buat ujian aku sempet-sempetnya nonton film di laptop *efekstres*-__- aku mau cerita film dari negara Korea Selatan sono yang kalian semua tau kalo korea itu artisnya cling-cling, dan efek sampingnya bisa menyehatkan mata :p ini film emang udah tahun 2012. Tapi terbilang masih baru lah. Judulnya “A Werewolf Boy”. Film ini romantis banget dan juga mengajak kita ber-fantasi. Bercerita tentang manusia serigala jadi-jadian yang ditemukan oleh Soon-e (Park Bo Young) di halaman rumahnya. laki-laki tersebut tidak mengerti tentang adab dan perilaku manusia. karena tidak tau nama laki-laki tersebut, ibu Soon-e memberi nama untuk dia yaitu Chul Soo (Song Jong Ki). awalnya Soon-e tidak menyukainya, namun seiring berjalannya waktu dan mereka sering bersama, Soon-e mulai memiliki perasaan kepada Chul Soo. begitu pula sebaliknya. tapi karena mereka berdua "berbeda", cinta antara Chul Soo dan Soon-e pun tidak dapat menyatu.
Kedua pemain chemistry-nya dapet banget. Kebanyakan film yang ber-genre romantis itu ada kiss scene-nya. Tapi ini nggak ada sama sekali *kecewa*, justru hal inilah yang bikin film ini sederhana dan ringan tapi “ngena” banget. Tapi aku suka film ini, cinta yang bersemi dan tumbuh karena sering bersama walaupun awal pertemuan ada rasa benci. Seperti kata pepatah, cinta itu muncul karena kita terbiasa. Wuuuuuus. Nonton film ini bakal senyum-senyum sendiri, karena ada scene yang lucu, tapi juga ada scene yang bikin air mata ngalir. So, jika kalian selo tonton film ini yuk :D

Sabtu, 30 Maret 2013

Ah...Indahnya Masa SMA!!

Hai, aku mau cerita nih. Cerita tiga tahun selama aku di SMA N 11 Yogyakarta tercinta. Cekidot...
Flashback kira-kira tiga tahun lalu....
 Tepatnya tahun 2010 saat aku pertama kali menjadi siswa baru di eleven (sebutan bekennya SMA 11).  Ketika pembagian kelas aku masuk kelas XC. Awalnya agak canggung sih sama temen-temen yang baru. Apalagi aku belum mengenal secara dekat. Takut salah ngomong dan lain-lain. Tapi seiring berjalannya waktu dan karena terbiasa akhirnya kita semakin lama semakin dekat. Sebutan anggota kelas kita adalah chefam family.
Tahun kedua.....
Yap. Saatnya penentuan jurusan blogie. Ini yang bikin aku pusing. Takut salah milih. Kalo salah milih bisa berabe ntar ke belakangnya. Tapi alhamdulillah akhirnya aku bisa masuk ke kelas XI IPA 2. Anggota XI IPA 2 nggak jauh beda sama XC, rata-rata kelas ini siswanya berasal dari kelas itu. Nggak heran kalo aku langsung bisa menyesuaikan kondisi kelas yang baru. Tapi nggak semua anak dari kelas XC, ada juga anak-anak sebagai pendatang baru. Maksudnya anak-anak yang “terpencar” dari teman-temannya yang lain. Namun lambat laun kita semakin menyatu. Walaupun sering ada forum karena ketidakcocokan pikiran dan sering tidak sejalan, tapi astro (keluarga XI IPA 2) tetap jaya kok *ya kan?*
Tahun ketiga....artinya tahun keramat...
Kenapa tahun keramat? Tentu aja. Ini tahun terakhir bagi kaum kelas tiga. Tahun penentuan nasib dan masa depan. Tahun dimana harus rela meninggalkan bangku putih abu-abu yang penuh cerita. Tahun dimana....hah seabrek ujian menanti. Aku masuk kelas XII IPA 2. Yap IPA 2 lagi. Lagi-lagi kompak jaya haha. Anggota kelas kembali ke asal-muasal. Para pendatang baru yang dulu ada di kelas XI IPA 2 kini nggak tampak karena sudah pulang ke induk kelasnya. Tapi tahun ini adaptasi udah nggak terlalu penting. Yang terpenting adalah rasa individualis. Yeah. Individualis. Seakan-akan yang dulu teman skrg jadi lawan yang akan siap memangsamu ketika kamu lengah *pepatah alay* namun ini seru. Karena kita bisa berkompetisi. Kompetisi secara licik. Dan....inilah kehidupan nyata SMA. Kalo nggak melanggar aturan, nyontek, usil, jail tentu nggak asik. Nggak afdol. Bisa dibilang masa SMA itu masa remaja di puncak pubertas. Masa mencari jati diri dan pacar baru. Dan masa yang paling terkenang jika kita sudah lulus nanti. Aku harap kita LULUS LOLOS bareng-bareng yaa. Jangan tinggalkan salah satu teman kita. Semangaaaat!!


Sabtu, 02 Maret 2013

REVIEW FILM



“A WEREWOLF BOY”

A Werewolf Boy (늑대소년)


Hey bloggie, review film yuk. Disela-sela fight buat ujian aku sempet-sempetnya nonton film di laptop *efekstres*-__- aku mau cerita film dari negara Korea Selatan sono yang kalian semua tau kalo korea itu artisnya cling-cling, dan efek sampingnya bisa menyehatkan mata :p ini film emang udah tahun 2012. Tapi terbilang masih baru lah. Judulnya “A Werewolf Boy”. Film ini romantis banget dan juga mengajak kita ber-fantasi. Bercerita tentang manusia serigala jadi-jadian yang ditemukan oleh Soon-e (Park Bo Young) di halaman rumahnya. laki-laki tersebut tidak mengerti tentang adab dan perilaku manusia. karena tidak tau nama laki-laki tersebut, ibu Soon-e memberi nama untuk dia yaitu Chul Soo (Song Jong Ki). awalnya Soon-e tidak menyukainya, namun seiring berjalannya waktu dan mereka sering bersama, Soon-e mulai memiliki perasaan kepada Chul Soo. begitu pula sebaliknya. tapi karena mereka berdua "berbeda", cinta antara Chul Soo dan Soon-e pun tidak dapat menyatu.
Kedua pemain chemistry-nya dapet banget. Kebanyakan film yang ber-genre romantis itu ada kiss scene-nya. Tapi ini nggak ada sama sekali *kecewa*, justru hal inilah yang bikin film ini sederhana dan ringan tapi “ngena” banget. Tapi aku suka film ini, cinta yang bersemi dan tumbuh karena sering bersama walaupun awal pertemuan ada rasa benci. Seperti kata pepatah, cinta itu muncul karena kita terbiasa. Wuuuuuus. Nonton film ini bakal senyum-senyum sendiri, karena ada scene yang lucu, tapi juga ada scene yang bikin air mata ngalir. So, jika kalian selo tonton film ini yuk :D